Malang Kota Kuliner, Benarkah?

Snack Box Malang Murah Berkualitas – Pesan di Dea Bakery
August 20, 2019
Hei, Mahasiswa Kota Malang! – Ini Tips Agar Seminar Proposal Skripsimu Lancar
September 10, 2019

Malang Kota Kuliner, Benarkah?

Malang. Apa yang terbersit dalam benak Dea Lovers ketika mendengar nama kota ini?

Apel? Ya, namun julukan ini makin samar ketika produksi apel semakin menurun karena kesuburan tanah yang kian berkurang. Mau tak mau, petani apel mengganti lahannya untuk tanaman yang lain, misalnya sayur-sayuran. Julukan kota dengan komoditas apel terbesar sepertinya tak sepopuler dulu.

Arema? Jelas, julukan Bhumi Arema tak akan ada habisnya untuk kota para aremania dan aremanita.

Kota Pelajar? Pasti, setiap tahun ajaran baru puluhan mahasiswa-mahasiswi siap menyerbu memenuhi Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta di Malang dan siap mencetak prestasi skala nasional maupun internasional.

Dari sekian banyak julukan, ada satu yang juga layak disematkan untuk kota yang masih sejuk dan dingin ini, yaitu Kota Kuliner. Bagaimana tidak, kian hari penjual makanan memenuhi sudut-sudut Kota Malang. Mulai dari warung pinggiran hingga restoran berkelas. Mulai dari makanan ringan hingga makanan berat mudah untuk dicari.

Dominasi jumlah mahasiswa baru (maba) juga membuat bisnis kuliner menjamur di Malang. Setiap tahun, sekitar 200 ribu pendatang yang kebanyakan mahasiswa baru masuk ke kota pendidikan ini. Terlebih sifat mahasiswa yang lebih konsumtif, justru mendobrak ide-ide pengusaha di bidang kuliner untuk membuat makanan khas dan unik. Peluang emas ini juga ditangkap mereka yang sedang merintis dunia usaha.

Tak hanya itu, kebutuhan digital yang bertumbuh pesat dan terus berkembang serta beragamnya kuliner di Malang Raya membuat banyak content creator kuliner lahir di kota ini. Baik dari Channel Youtube, Facebook, Twitter, atau Instagram. Mereka salah satu faktor, mengapa tempat-tempat kuliner yang hits sangat mudah untuk dicari. Karena semua informasi tentang kuliner mereka bagikan ke akun sosial media dengan puluhan ribu followers.

Hebat ya perkembangan digital sekarang, Dea Lovers?

Hiruk pikuk dunia kuliner di Malang bisa dikatakan tak pernah ‘tidur’. Sejak dari pagi, siang, hingga malam masih banyak masyarakat yang berburu kuliner. Lihat saja, warung-warung, gerobak kaki lima, kafe, lesehan, warung prasmanan, hingga restoran masih ramai diburu pembeli. Daya beli masyarakat yang tinggi dan lokasi yang strategi membuat tempat-tempat kuliner tak pernah sepi.

Sadar atau tidak, hawa sejuk nan dingin kota Ngalam ini membuat perut mudah meronta alias kelaparan. Banyak warung dan gerobak kaki lima yang menawarkan cemilan ringan atau snack box yang menggugah selera makan kita.

Faktor lain yang membuat Malang pantas dijuluki kota kuliner adalah karena jumlah wisatawan yang kian tahun kian bertambah. Faktanya, sepanjang tahun 2018 jumlah wisatawan nusantara naik sejumlah 4,8 juta orang, belum lagi wisatawan mancanegara yang jumlahnya 15.084 orang. Destinasi wisata kuliner dan heritage nyatanya masih menjadi andalan di Kota Malang.

Wuih, kebayang nggak ramainya Malang ketika musim liburan tiba? Justru peluang inilah yang membuat Malang ramai dengan bisnis kulinernya.

Malang memiliki sejuta potensi, baik wisata alam seperti pantai dan gunung,  wisata wahana keluarga, wisata religi hingga wisata kuliner yang juga tak boleh luput dari pandangan. Tentu dukungan pemerintah juga salah satu faktor agar wisata-wisata ini semakin berkembang. Bahkan dengan terciptanya Kota Malang sebagai Kota Kuliner, pemerintah bisa membuat inovasi dan regulasi baru dan kreatif untuk dapat meningkatkan ekonomi Kota Malang sendiri.

Jadi, apakah menurut Dea Lovers Kota Malang pantas dijuluki dengan Kota Kuliner?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.