Hei, Mahasiswa Kota Malang! – Ini Tips Agar Seminar Proposal Skripsimu Lancar

Malang Kota Kuliner, Benarkah?
September 2, 2019
‘Warna Baru’ Kota Blitar – Snack Box Blitar Murah dan Berkualitas
September 11, 2019

Dear Dealovers, tau nggak kalo…

Setiap tahunnya, Kota Malang diserbu puluhan ribu mahasiswa baru alias Maba. Predikat Kota Pendidikan memang sejak dulu disematkan kepada Bhumi Arema ini. Bersaing dengan Daerah Istimewa Yogyakarta, Kota Malang memiliki belasan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang tersebar.

Tentu calon-calon sarjana ini memiliki bekal dan tekad yang kuat untuk ‘singgah sementara’ di kota rantau. Menempuh pendidikan dan siap menjadi seorang sarjana.

Kehidupan perkuliahan yang lebih dinamis, dengan fasilitas pendidikan dan wawasan di Kota Malang sangat menunjang mereka dalam meraih gelar sarjana mereka. Salah satunya Perpustakaan Kota Malang (Puskot).

Bagi Dealovers yang asli Arema (Arek Malang) dan mengunjungi puskot, jangan heran ketika banyak mahasiswa yang sedang sibuk dengan buku dan laptopnya. Ya, diantara mereka, banyak yang sedang menjadi para ‘Pedjoeang Skripsi’ Kota Malang.

Dealovers…

Bagi kalian yang sedang atau sudah pernah mengerjakan skripsi, pasti  melewati beberapa tahapan sebelum melakukan penelitian. Salah satunya adalah seminar proposal. Yak, banyak yang menganggap tahapan ini menyeramkan. Bahkan, selain siding skripsi, seminar proposal ini lah yang menjadi momok awal menuju gerbang skripsi itu sendiri.

Apakah dosen pembimbing skripsi akan menolak atau menerima rencana penelitian kalian, keputusan mereka inilah yang ada dalam tahap ini.

Dag dig dug nggak sih? Tentu tahap ini seminar proposal ini yang sering membuat kita menjadi gampang nervous, tegang, dan takut. Walaupun tak se-‘serius’ siding skripsi, seminar proposal pun tetap membuat nyali kita ciut. Bayangkan, menghadapi dosen-dosen yang kualitasnya sudah teruji.

Tapi tenang Dealovers, kali ini kita akan memberikan tips agar seminar proposal yang akan kalian adakan bisa berjalan lancar…

Let’s read around…

1. Persiapkan materi proposal dengan matang

Segala sesuatu butuh persiapan. Se-mendadak apapun itu, tentu sebelumnya kita sudah mempersiapkan sesuatu. Demikian ketika kita akan melakukan seminar proposal. Tentu persiapan yang matang akan memberikan hasil yang memuaskan.

Berbicara tentang persiapan, tahap ini bisa kalian mulai dari persiapan diri sendiri. Sebelum melakukan aktifitas apapun, jangan lupa untuk berdoa dan meminta doa kepada kedua orang tua.

Selanjutnya, kalian harus kuasai isi dan materi proposal yang akan disampaikan. Untuk mengurangi nervous yang berlebihan, kalian bisa mulai berbicara di depan cermin. Terlihat lucu sih, tapi serius, tips ini memang manjur. Kalian akan lebih percaya diri. Selebihnya, perbanyaklah membaca tentang rencana penelitian kalian agar lebih menguasai materi proposal

2. Jangan terlalu membayangkan suasana seminar

Tegang, serius, dan canggung berbicara di depan banyak orang.

We know that you feel, Dealovers. Sebaiknya buanglah jauh-jauh bayangan suasana yang seperti itu. Semakin dibayangkan, semakin membuat down dan kepercayaan dirimu menipis. Betul nggak? Apalagi membayangkan wajah-wajah dosen dan audience yang seolah membantai semua presentasimu. Jangan lakukan itu. Tetap kalem dan selalu bayangkan hal-hal yang positive, and positive vibe will come to you. True?

3. Optimis! You can do it!

Sudah terbayang memakai toga untuk wisuda? Terbayang wajah kedua orang tua yang bahagia? Ya, walaupun baru tahap awal seminar proposal adalah gerbang yang akan membawa kalian menuju gelar sarjana. Tentunya, awali semua dengan rasa optimis. “Saya pasti bisa!” ulangi kalimat ini, tak mengapa berkali-kali agar semakin percaya diri.

Keep optimistic, guys…

4. Siapkan snack box andalan

Salah satu tanda bahwa seminar proposalmu lancar adalah jumlah audience-nya yang datang. Semakin banyak pertanyaan, biasanya para audience semakin tertarik dengan rencana penelitianmu.

Agar seminarmu terlihat menarik, kamu harus menyiapkan snack box seminar yang menarik juga. Snack box yang ‘wah’ tentu akan menarik para ‘pasukan snack box’ untuk hadir pada seminar proposalmu. Otomatis jumlah audience seminar akan makin banyak.

Kamu bisa menyiapkan 2-3 jenis roti dalam snack box. Selain menarik audience, snack box membuat mereka betah berlama-lama untuk mendengarkan presentasimu. Ehm, yang tentunya nggak cukup hanya 10-20 menit saja.

Sebelum seminar dimulai, siapkanlah paket snack box di atas meja-meja audience. Oh ya, untuk snack box dosen pembimbing dan penguji, kamu bisa menyiapkan 3-4 jenis roti di dalam box. Tentu roti yang disiapkan berbeda dengan audience lainnya.

Nah, itulah beberapa tips agar seminar proposalmu lancar. Seminar proposal adalah langkah awal dari ratusan langkah selanjutnya. Ada yang bilang, “Kamu tak akan melangkah sejauh ini, bila tak memulai langkah pertamamu”, setuju nggak? Tak ada yang perlu ditakutkan, Dealovers. Hadapi dengan optimis dan selalu berpikir positif. Semangat para pejuang skripsi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.